MELETAKKAN HARAPAN KEPADA TECHNOPARK
Lebih jauh, menembus pandang ke tahun 2030 dunia digambarkan akan ditandai oleh perkembangan teknologi luar biasa. Perekonomian akan dipengaruhi oleh teknologi informasi, teknologi material, genetika dan teknologi energi. Perkembangan luar biasa ini dipicu oleh nano teknologi atau teknologi yang berbasis nano.(Kompas, 19 Mei 2006)
Hanya bangsa dan negara yang memiliki kemampuan menguasai teknologi tinggi dan canggih akan mengambil manfaat. Sebaliknya, bangsa-bangsa yang tidak mampu mengantisipasi akan terus terpuruk, tetap berada di pinggiran dari panggung dunia yang menghadirkan kemajuan. Pada lapisan lebih dalam sangat diperlukan sumber daya manusia yang andal, yang mampu menguasai perkembangan dan kemajuan teknologi untuk peningkatan kesejahteraan manusia.
Sementara itu, kondisi bangsa kita saat ini masih jauh dari yang kita harapkan, apalagi menyongsong masa depan yang sarat peluang dan tantangan. Posisi Indonesia dalam peringkat daya saing diantara negara-negara berpenduduk di aats 20 juta tercatat 13,3 dari nilai 100, atau kita berada di peringkat 28 dari 30 negara. Kontribusi sains, teknologi, Sumber daya manusia (SDM) terhadap dunia usaha hanya mencapai indeks 9,6 dari nilai 100, atau peringkat 30 dari 30 negara yang disurvei. (Muh. Arif, 2006).
Berdasarkan data dari World Economy Forum yang memberikan peringkat daya saing dunia, Indonesia menempati posisi ke-55 dari 134 negara. Dalam peringkat tersebut, salah satu elemennya adalah inovasi di mana Indonesia pada posisi 47, suatu posisi yang belum membanggakan. Di dunia saat ini berlaku paradigma ekonomi berbasis ilmu pengetahuan (knowledge based economy).
Hanya dengan ilmu pengetahuan, dicapai kesejahteraan karena sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan optimal. Pemanfaatan yang optimal inilah yang meningkatkan daya saing. Dengan ilmu pengetahuan dan juga teknologi, proses-proses pada pengolahan barang dan jasa menjadi lebih efisien dan akibatnya daya saing meningkat.
Pada masa yang lalu, eknonomi memang berbasis pada sumber daya alam. Namun, saat ini kondisi tersebut sudah tidak dapat berlangsung lagi. Tengok saja negara-negara dengan sumber daya alam yang minim, dan bahkan tidak ada sama sekali, dapat mencapai kesejahteraan yang luar biasa. Misalnya saja Singapura, Jepang, dan Finlandia. Sumber daya manusia yanDengan konsep yang paguyuban yang ditawarkan banyak mengklaim bahwa itu tidak memberi ruang yg efektif kepada komunitas untuk berkembang, menjadi sdm handal dan penciptaan produk unggul.
Kuatnya keinginan pemerintah untuk mewujudkan 100 technopark di indonesia menjadi sinyal yang kuat untuk mempersiapkan tecknopark yang berdaya saing tinggi melalui perencanaan yg komprehensif dan usaya secara intens untuk mencapai kelembagaaan technopark yang berdaya saing tinggi di Indonesia dan dunia
Oleh karena itu dibutuhkan technopark untuk memberikan dukungan kepada masyarakat, berinovasi, meningkatkan kreativitas secara signifikan terkait dengan pengembangan teknology dan software yang smart yang saat ini di butuhkan masyarakat indonesia untuk maju dan sejahtera.


Komentar