Taqwa pilar pembangunan birokrasi
Pasca Ramadhan menuju soscial smart
Pasantren bulan ramdhan sebagai bentuk latihan selama satu bulan membangun karakter sosial yang kuat terhadap berbagai dorongan dorongan negatif dengan berbagai bentuk latihan seperti melatih menahan tidur, tidak makan dan tidak minum hingga berlatih melakukan amalan saleh dan praktik ahlak mulia lainnya.
Smart social didefenisikan pada tulisan ini dipandang berbeda dalan pandangan umum dengan pandangan Alquran atau apa yang di anut ummat islam saat ini. Derajat sosial yang paling tinggi dalam Islam menyebutnya sebagai takwa,
Taqwa adalah standar ahlak manusia menuju kemuliaan disisi Allah SWT, pemilik kekuasaan yang haq, mencipta lagit dan bumi beserta isinya, serta semua memuji dengan berbagai dimensi sesuai bahasanya masing masing. Jika Allah Swt saja memuji maka dipastikan hambanya juga ikut memuji. Namun bagaimana mencapai taqwa ini, ini menjadi masalah yang dibahas pada tulisan ini, Namun saya yakin bahwa Hanya Allah SWT yang maha sempurna atas segala dimensi dan kekuasaannya.
Apa saja pesan Allah SWT Tentang taqwa yang bisa ditafsirkan hubungannya dengann berdemokrasi dalam mewujudkan negeri yang berdaulat. Sebelum memahami hubungan dan posisi keduanya dalam mewujudkan indonesia yang berdaulat sebaiknya harus di pahami asal kata, defenisi, ciri, unsur penyusun masing masing.
Secara etimologi kata ini merupakan bentuk mashdar dari kata ittaqa-yattaqi (اتقى- يتقى), yang berarti ‘menjaga diri dari segala yang membahayakan’. Sementara pakar berpendapat bahwa kata ini lebih tepat diterjemahkan dengan ‘berjaga-jaga atau melindungi diri dari sesuatu’. Taqwa juga berasal dari kata waqa – yaqi – wiqayah (وقى- يقى- وقاية), yang berarti ‘menjaga diri’, ‘menghindari’, dan ‘menjauhi’. Yaitu menjauhi sesuatu dari segala yang dapat menyakiti dan mencelakakan. Kata taqwa (تقوى) juga sinonim dengan kata khauf (خوف) dan kata khasyyah (خشية) yang berarti ‘takut’. Secara terminologi syar’i, kata taqwa mengandung pengertian ‘menjaga diri dari segala perbuatan dosa dengan meninggalkan segala yang dilarang Allah subhanahu wata ‘ala dan melaksanakan segala yang diperintah-Nya ( http://pasaronlineforall.blogspot.co.id). Dengan demikian taqwa didefenisi yaitu ketatan kepada Allah SWT dalam sikap menjaga diri’, ‘menghindari’, dan ‘menjauhi’ sesuatu dari segala yang dapat menyakiti dan mencelakakan, meninggalkan segala yang dilarang sesuai petunjuka yang Allah SWT perintahkan.
Unsur taqwa dari defenisi tersebut yaitu ; ketahuidan dan ketaatan, sikap dan perbuatan menghindari perbuatan dosa atai tercela , perilaku sesuai petunjuk Allah SWT dan HADITS rasulullah sebagai uswatun hasanah. Ciri orang bertaqwa adalah kuat atau tabah hanya karena Allah, menunaikan (mengerjakan ) apa-apa yang diwajibkan kepada mereka, rendah hati tidak merasa dirinya lebih baik dari orang lain dan sebagainya.
Ciri orang bertaqwa menurut Al-Qur’an, antara lain menunjukkan suatu kepribadian yang benar-benar utuh dan integral, sebagaimana yanag dikatakan dalam QS. Al-Hujurat:13. Orang-orang yang bertaqwa diberi beberapa kelebihan oleh Allah,tidak hanya di akhirat kelak, tetapi juga di dunia ini. Beberapa kelebihan mereka disebutkan dalam al-Qur’an antara lain: Dibukakan jalan keluar pada setiap kesulitan yang dihadapinya (QS. Ath-Thalaq: 2), Dimudahkan segala urusannya (QS. Ath-Thalaq: 4), Dilimpahkan kepadanya berkah dari langit dan bumi (misal dinyatakan dalam QS. A-A’raf: 96), Dianugerahi furqan (فرقان), yakni petunjuk untuk membedakan yang hak dan yang bathil (QS. Al-Hadid: 28), Diampuni segala kesalahannya dan dihapus segala dosanya (QS. Al-Hadid: 28, dan QS. Al-Anfal: 29).
Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, “demos” artinya rakyat dan “kratos” artinya kekuasaan. Arti demokrasi sendiri itu adalah bentuk pemerintahan pemerintahan, dimana kekuasaan berasal rakyat, bukan kendalikan atau di kuasai satu golongan atau sekelompok orang. Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka.
Menurut Merriem, Demokrasi dapat didefinisikan sebagai pemerintahan oleh rakyat; khususnya, oleh mayoritas; pemerintahan di mana kekuasaan tertinggi tetap pada rakyat dan dilakukan oleh mereka baik langsung atau tidak langsung melalui sebuah sistem perwakilan yang biasanya dilakukan dengan cara mengadakan pemilu bebas yang diadakan secara periodik; rakyat umum khususnya untuk mengangkat sumber otoritas politik; tiadanya distingsi kelas atau privelese berdasarkan keturunan atau kesewenang-wenangan. Sedangkan menurut Samuel Huntington, Demokrasi ada jika para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sebuah sistem dipilih melalui suatu pemilihan umum yang adil, jujur dan berkala dan di dalam sistem itu para calon bebas bersaing untuk memperoleh suara dan hampir seluruh penduduk dewasa dapat memberikan suara. Menurut Sidney Hook, Demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana keputusan penting dalam suatu pemerintah yang baik secara langsung maupun tidak langsung didasarkan oleh kepentingan mayoritas dengan berdasarkan hak yang diberikan kepada rakyat biasa.
Unsur demokrasi berdasarkan defenisi tersebut diantaranya; 1) keputusan mayoritas melalui proses yang jujur dan adil, 2) partisipasi yang dibuka seluas luasnya kepada setiap masyarakat tanpa memandang pendidikan, ras, suku, agama atau kepercayaan linnya, 3) kesetaraan dan kedudukan yang sama, tidak hanya politik termasuk semua bidang ekonomi, sosial, hukum, keamanan, agama dan lingkungan.
Ciri yang menggambarkan suatu pemerintahan didasarkan atas sistem demokrasi adalah sebagai berikut :
Pemerintahan berdasarkan kehendak dan kepentingan rakyat banyak dimana kepentingan, kehendak, ataupun kekuasaan rakyat dituliskan dalam konstitusi dan undang-undang negara tersebut.
kedaulatan rakyat diwakilkan oleh beberapa orang yang telah dipilih oleh rakyat itu sendiri.
Ciri Kekuasaan, adanya pembagian dan pemisahan kekuasaan.
Berdasarkan defenisi dan ciri demokrasi yang telah dikemukakan diatas bawah demokrasi adalah proses penyelenggaraan pemerintahan yang adil, namun bukan tujuan akhir pelaksanaan pemerintahan. Setiap orang memiliki hak yang sama termasuk jenjang pendidikan, keahlian, kemampuan personality tentang ke tatanegaraan, kematangan dan kemampuan seorang profesor memilih calon kepala daerah sama dengan seorang yang bahkan tidak memiliki keahlian apapun, baik pendidikan, atau kemampuan lainnya. Sehingga demokrasi lebih pantas jika penduduk suatu negara memiliki darajat yang sama. Dengan pandangan demikian bahwa demokrasi sangat tidak adil dalam menilai keahlian dan kemampuan masyarakat dalam menentukan pemimpin suatu bangsa.
Jika demokrasi benar benar bisa dilaksanakan, maka kekakayaan alam suatu ini tidak dikekuasai oleh golongan tertentu dan bahkan persorangan. Demokrasi sudah sepantasnya mencapai kesejahteraan aparatur negara sama. Demokrasi di negeri ini sudah saatnya tadak hanya demokrasi politik tetapi telah terimplementasi pada bidang ekonomi, sosial dan bahkan sistem ke tata negaraan.
Mengaris bawahi bahwa Demokrasi hanya sebuah proses untuk mencapai tujuan masyarakat. Demokrasi tidak ada bedanya dengan manajemen kolaborasi dalam sebuah perusahaan. Keberhasilan pembangunan negera tidak hanya berdasarkan atas pelaksanaan demokrasi. Demokrasi seperti sebuah mesin yang tidak dapat menentukan arah politik negara, jika yang berdemokrasi adalah manusia yang berahlak maka bukan hanya keadilan tapi meletakkan kebenaran menuju arah pembangunan yang lebih tinggi akan tercaya sehingga dalam sebuah pendapat bahwa bahwa jika sampah yanga masuk dalam proses demokrasi maka yang keluar juga sanpah.
Referensi :
http://mujadied.com/2014/04/04/sejarah-asal-usul-pengertian-demokrasi/
http://www.softilmu.com/2015/01/Pengertian-Ciri-Macam-Macam-Demokrasi-adalah.html?m=1
http://pasaronlineforall.blogspot.co.id/2010/11/taqwa-dalam-al-quran.html?m=1
Pasantren bulan ramdhan sebagai bentuk latihan selama satu bulan membangun karakter sosial yang kuat terhadap berbagai dorongan dorongan negatif dengan berbagai bentuk latihan seperti melatih menahan tidur, tidak makan dan tidak minum hingga berlatih melakukan amalan saleh dan praktik ahlak mulia lainnya.
Smart social didefenisikan pada tulisan ini dipandang berbeda dalan pandangan umum dengan pandangan Alquran atau apa yang di anut ummat islam saat ini. Derajat sosial yang paling tinggi dalam Islam menyebutnya sebagai takwa,
Taqwa adalah standar ahlak manusia menuju kemuliaan disisi Allah SWT, pemilik kekuasaan yang haq, mencipta lagit dan bumi beserta isinya, serta semua memuji dengan berbagai dimensi sesuai bahasanya masing masing. Jika Allah Swt saja memuji maka dipastikan hambanya juga ikut memuji. Namun bagaimana mencapai taqwa ini, ini menjadi masalah yang dibahas pada tulisan ini, Namun saya yakin bahwa Hanya Allah SWT yang maha sempurna atas segala dimensi dan kekuasaannya.
Apa saja pesan Allah SWT Tentang taqwa yang bisa ditafsirkan hubungannya dengann berdemokrasi dalam mewujudkan negeri yang berdaulat. Sebelum memahami hubungan dan posisi keduanya dalam mewujudkan indonesia yang berdaulat sebaiknya harus di pahami asal kata, defenisi, ciri, unsur penyusun masing masing.
Secara etimologi kata ini merupakan bentuk mashdar dari kata ittaqa-yattaqi (اتقى- يتقى), yang berarti ‘menjaga diri dari segala yang membahayakan’. Sementara pakar berpendapat bahwa kata ini lebih tepat diterjemahkan dengan ‘berjaga-jaga atau melindungi diri dari sesuatu’. Taqwa juga berasal dari kata waqa – yaqi – wiqayah (وقى- يقى- وقاية), yang berarti ‘menjaga diri’, ‘menghindari’, dan ‘menjauhi’. Yaitu menjauhi sesuatu dari segala yang dapat menyakiti dan mencelakakan. Kata taqwa (تقوى) juga sinonim dengan kata khauf (خوف) dan kata khasyyah (خشية) yang berarti ‘takut’. Secara terminologi syar’i, kata taqwa mengandung pengertian ‘menjaga diri dari segala perbuatan dosa dengan meninggalkan segala yang dilarang Allah subhanahu wata ‘ala dan melaksanakan segala yang diperintah-Nya ( http://pasaronlineforall.blogspot.co.id). Dengan demikian taqwa didefenisi yaitu ketatan kepada Allah SWT dalam sikap menjaga diri’, ‘menghindari’, dan ‘menjauhi’ sesuatu dari segala yang dapat menyakiti dan mencelakakan, meninggalkan segala yang dilarang sesuai petunjuka yang Allah SWT perintahkan.
Unsur taqwa dari defenisi tersebut yaitu ; ketahuidan dan ketaatan, sikap dan perbuatan menghindari perbuatan dosa atai tercela , perilaku sesuai petunjuk Allah SWT dan HADITS rasulullah sebagai uswatun hasanah. Ciri orang bertaqwa adalah kuat atau tabah hanya karena Allah, menunaikan (mengerjakan ) apa-apa yang diwajibkan kepada mereka, rendah hati tidak merasa dirinya lebih baik dari orang lain dan sebagainya.
Ciri orang bertaqwa menurut Al-Qur’an, antara lain menunjukkan suatu kepribadian yang benar-benar utuh dan integral, sebagaimana yanag dikatakan dalam QS. Al-Hujurat:13. Orang-orang yang bertaqwa diberi beberapa kelebihan oleh Allah,tidak hanya di akhirat kelak, tetapi juga di dunia ini. Beberapa kelebihan mereka disebutkan dalam al-Qur’an antara lain: Dibukakan jalan keluar pada setiap kesulitan yang dihadapinya (QS. Ath-Thalaq: 2), Dimudahkan segala urusannya (QS. Ath-Thalaq: 4), Dilimpahkan kepadanya berkah dari langit dan bumi (misal dinyatakan dalam QS. A-A’raf: 96), Dianugerahi furqan (فرقان), yakni petunjuk untuk membedakan yang hak dan yang bathil (QS. Al-Hadid: 28), Diampuni segala kesalahannya dan dihapus segala dosanya (QS. Al-Hadid: 28, dan QS. Al-Anfal: 29).
Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, “demos” artinya rakyat dan “kratos” artinya kekuasaan. Arti demokrasi sendiri itu adalah bentuk pemerintahan pemerintahan, dimana kekuasaan berasal rakyat, bukan kendalikan atau di kuasai satu golongan atau sekelompok orang. Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka.
Menurut Merriem, Demokrasi dapat didefinisikan sebagai pemerintahan oleh rakyat; khususnya, oleh mayoritas; pemerintahan di mana kekuasaan tertinggi tetap pada rakyat dan dilakukan oleh mereka baik langsung atau tidak langsung melalui sebuah sistem perwakilan yang biasanya dilakukan dengan cara mengadakan pemilu bebas yang diadakan secara periodik; rakyat umum khususnya untuk mengangkat sumber otoritas politik; tiadanya distingsi kelas atau privelese berdasarkan keturunan atau kesewenang-wenangan. Sedangkan menurut Samuel Huntington, Demokrasi ada jika para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sebuah sistem dipilih melalui suatu pemilihan umum yang adil, jujur dan berkala dan di dalam sistem itu para calon bebas bersaing untuk memperoleh suara dan hampir seluruh penduduk dewasa dapat memberikan suara. Menurut Sidney Hook, Demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana keputusan penting dalam suatu pemerintah yang baik secara langsung maupun tidak langsung didasarkan oleh kepentingan mayoritas dengan berdasarkan hak yang diberikan kepada rakyat biasa.
Unsur demokrasi berdasarkan defenisi tersebut diantaranya; 1) keputusan mayoritas melalui proses yang jujur dan adil, 2) partisipasi yang dibuka seluas luasnya kepada setiap masyarakat tanpa memandang pendidikan, ras, suku, agama atau kepercayaan linnya, 3) kesetaraan dan kedudukan yang sama, tidak hanya politik termasuk semua bidang ekonomi, sosial, hukum, keamanan, agama dan lingkungan.
Ciri yang menggambarkan suatu pemerintahan didasarkan atas sistem demokrasi adalah sebagai berikut :
Pemerintahan berdasarkan kehendak dan kepentingan rakyat banyak dimana kepentingan, kehendak, ataupun kekuasaan rakyat dituliskan dalam konstitusi dan undang-undang negara tersebut.
kedaulatan rakyat diwakilkan oleh beberapa orang yang telah dipilih oleh rakyat itu sendiri.
Ciri Kekuasaan, adanya pembagian dan pemisahan kekuasaan.
Berdasarkan defenisi dan ciri demokrasi yang telah dikemukakan diatas bawah demokrasi adalah proses penyelenggaraan pemerintahan yang adil, namun bukan tujuan akhir pelaksanaan pemerintahan. Setiap orang memiliki hak yang sama termasuk jenjang pendidikan, keahlian, kemampuan personality tentang ke tatanegaraan, kematangan dan kemampuan seorang profesor memilih calon kepala daerah sama dengan seorang yang bahkan tidak memiliki keahlian apapun, baik pendidikan, atau kemampuan lainnya. Sehingga demokrasi lebih pantas jika penduduk suatu negara memiliki darajat yang sama. Dengan pandangan demikian bahwa demokrasi sangat tidak adil dalam menilai keahlian dan kemampuan masyarakat dalam menentukan pemimpin suatu bangsa.
Jika demokrasi benar benar bisa dilaksanakan, maka kekakayaan alam suatu ini tidak dikekuasai oleh golongan tertentu dan bahkan persorangan. Demokrasi sudah sepantasnya mencapai kesejahteraan aparatur negara sama. Demokrasi di negeri ini sudah saatnya tadak hanya demokrasi politik tetapi telah terimplementasi pada bidang ekonomi, sosial dan bahkan sistem ke tata negaraan.
Mengaris bawahi bahwa Demokrasi hanya sebuah proses untuk mencapai tujuan masyarakat. Demokrasi tidak ada bedanya dengan manajemen kolaborasi dalam sebuah perusahaan. Keberhasilan pembangunan negera tidak hanya berdasarkan atas pelaksanaan demokrasi. Demokrasi seperti sebuah mesin yang tidak dapat menentukan arah politik negara, jika yang berdemokrasi adalah manusia yang berahlak maka bukan hanya keadilan tapi meletakkan kebenaran menuju arah pembangunan yang lebih tinggi akan tercaya sehingga dalam sebuah pendapat bahwa bahwa jika sampah yanga masuk dalam proses demokrasi maka yang keluar juga sanpah.
Referensi :
http://mujadied.com/2014/04/04/sejarah-asal-usul-pengertian-demokrasi/
http://www.softilmu.com/2015/01/Pengertian-Ciri-Macam-Macam-Demokrasi-adalah.html?m=1
http://pasaronlineforall.blogspot.co.id/2010/11/taqwa-dalam-al-quran.html?m=1


Komentar