MENGUKUR KERUGIAN MORAL BANGSA

Moral harus diajarkan, harus ada tuntunannya, baik dalam hidup berkeluarga, bermasyarakat, berorganisasi atau dalam hidup bernegara, nasional dan internasional. Dalam hidup bernegara, dalam keluarga atau semua aspek kehidupan, nabi Muhammad SAW telah mengajarkan berbagai metode yang telah dibuktikan dalam mewujudkan negara Medinah yang adil, penuh amanah, toleransi. Ini pulalah yang dilanjutkan oleh Para sahabat, sahabatnya sahabat, yang memberikan bukti yang nyata seperti kepemimpinan Umar bin Abdul Khattab,  Umar Bin Abdul Aziz, Amhed Al-Fatih, Salahuddin Alayyubi, dan banyak tokoh-tokoh pembaharu Islam yang mencapai kejawaan selama kurang lebih 6 abad. Moral yang diajarkan Rasulullah diaplikasikan dalam hidup sehari tentunya dengan pedoman yang sangat jelas sesuai kehendak sang pencipta melalui firman-Nya di dalam Alquran dan kitab-kitab sebelumnya. Inti moral adalah takut kepada Allah.

Degradasi moral bangsa ini diawali dari berbagai hal baik melalui proses masif maupun proses sangat nyata. Proses masif seperti 1) mengambil petunjuk dari perkataan atau melalui naskah jauh dari kebenaran, dan menjauhkan dari tuntunan Alquran dan hadist,  2) mengadopsi konsep pembangunan negara yang lebih mengedepankan ekonomi daripada moral bangsa, sehingga menciptakan ketergantungan terhadap materi, 3) rangkaian proses kolonisasi atau penguasaan suatu negara oleh negara kolonial terhadap negara berkembang melalui utang dan penguasaan bidang strategis, 4) penghembusan isu terorisme dan isu jahat yang mengusung prasangka buruk kepada ulama, para cendekiawan, orang alim, atau pemimpin. 5) terpilihnya pemimpin yang tidak siap baik mengenai kapasitas ahlak maupun kapasitas keilmuannya, diantara terpilihnya karena adanya sokongan negara kolonial ataupun melalui proses demokrasi jahat, politik uang, penggelumbagan suara, dan sebagainya, 6) upaya degradasi moral melalui penerapan undang-undang yang memudahkan keinginan campur tangan oleh bangsa lain untuk tujuan mengokohkan paham dan bisnis tertentu. Sedangkan Proses degradasi moral yang nyata seperti ; 1) kurangnya kepedulian terhadap dampak perilaku amoral, 2) dipertontonkannya  ahlak rendah di masyarakat, 3) di lalaikannya amanah dan janji, dan semakin tidak berwibawanya pemimpin, aparat penegak hukum, dan aparatur Pemerintah 4) semakin meluasnya kesenjangan antar yang miskin dan kaya, dan semakin kurangnya kepedulian terhadap orang miskin, anak-anak terlantar, kurang mampu, orang tua jompo dan sebagainya, 5) merajalela perbuatan ketidak adilan di masyarakat dan sebagainya.

Dalam hidup bernegara, di Indonesia sekarang, tindakan yang tidak bermoral hampir setiap saat di tayangkan berbagai media elektronik seperti korupsi, kebohongan para pejabat, sumpah palsu, saksi palsu, berita palsu, keputusan yang tidak adil, menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan partai dan pribadi, mengambil hak orang lain, memperlihatkan hidup bermewah-mewah, mengemis untuk mendapatkan jabatan, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan jabatan atau tujuan dan ambisi pribadi.


Dalam kehidupan berkeluarga, mungkin kita atau para orang tua dan sebagian remaja kita menganggap biasa saja atau lumrah jika berpakaian seksi dan tampil di depan umum, berperilaku amoral di depan umum, hamil di luar nikah, berciuman di depan umum, atau berenang di pantai sampai berpelukan...kami yakin sebagai orang tua merasa malu, risih, sakit hati akan  kehancuran moral remaja bangsa kita ini.

Sekarang ini, perilaku amoral telah menyentuh berbagai sendi kehidupan bangsa ini, di keluarga, di kantor, di lembaga Pemerintah dan non Pemerintah, di lembaga pendidikan pun juga sering terdengar terjadi perilaku amoral. Besarnya kerugian tak ternilai yang harus di tanggung dari generasi sekarang hingga generasi mendatang akibat degradasi moral ini. misalnya saja korupsi yang berskala besar dapat ditelusuri oleh pihak KPK sudah sangat besar apalagi program kegiatan fiktif hingga skala kecil yang tidak ternilai besarnya. Generasi kita yang seharusnya mampu membangun bangsa ini dengan berbagai macam inovasi namun karena degradasi moral sehingga tidak mampu menghasilkan apa selain menjadi beban negara.

Pada lembaran ini mengajak kepada Pemerintah, Kepada para pendidik bangsa ini, para orang alim, para tokoh masyarakat, para media, para LSM, para orang tua atau yang memiliki kemampuan untuk memperbaiki moral bangsa ini dimana saja berada agar kembali fokus kepada perbaikan moral bangsa ini. Moral yang dibangun atas takut kepada ALLAH akan mengembalikan kita pada upaya percepatan reformasi pembangunan di segala bidang...amiiin

Ditulis di Makassar
29 Maret 2014

Jusman

Komentar